NAIK GUNUNG LAWU BARENG ISTRI


Nggak ada angin, nggak ada hujan. Istri mengiyakan ajakan untuk tektok ke Lawu. Setelah bulan lalu menyelesaikan tantangan ke Puncak Mongkrang bulan lalu. Sebagai suami dan sahabat pendaki yang baik dan benar. Saya sangat senang wkwkwkwk...
Akhirnya dengan persiapan yang matang, mulai dari sewa sepatu, pinjam tracking polnya mbak Devi (yang juga tektok hari yang sama), membuat saya yakin dengan istri. Apalagi beberapa minggu terakhir juga rutin lari jogging.



PERJALANAN KE LAWU SAMPAI BASECAMP
Berangkat dari Madiun, tidak sesuai rencana awal. Karena memang malamnya masih prepare (kebiasaan yang tidak bagus) hehehe... Dijalan saya sedikit briefing terkait gambaran rute dan estimasi waktu. Dan kesepakatan misal waktu sudah lewat atau tidak memungkinkan, mau tidak mau harus balik kanan, karena puncak tidak akan kemanan mana. Tak terasa obrolan kami terhenti karena dinginnya Gunung Lawu/ Sampai Base Camp kami sempatkan sarapan soto dan teh anget, sampai akhirnya pukul 7.45 kami mulai pendakaian.

JALUR PENDAKIAN
Dimulai dengan berdoa dan pemansan, kami jalan pelan di awal pendakian. Jalur Sewu diawal sudah diberi tanjakan yang ihii... istri sempat beberapa kali minta berhenti untuk mengambil nafas. Yang paling saya suka ketika istri tanya tanya seputar jalur pendakian, seperti apa itu pos Bayangan, Pos di Lawu ada berapa, Jarak terjauh dimana, yang ada warungnya mana saja. Karena obrolan tersebut, tak terasa sudah di Pos 1, tidak lama lama karena tenaga masih ok. Disini saya menyampaikan, kalau pos 1 ke pos 2 ini jalur terjauh. Setelah menempuh jalur pos 1 ke pos 2, di pos ini kami minum teh anget dan membuka bekal dari rumah. Di jalur in kami ketemu mas Hero dan Mbak Devi yang tektok dengan kecepatan Flash (tentunya) hehehe... 
 

POS 4 BARU
Sekitar 20 menit, kami melanjutkan ke pos 3 dan di lanjut di pos yang baru saya lewati pasca longsor. Dan Pos 4 ini jadi pos yang menurut saya perlu ekstra konsentrasi, karena jalurnya berbatu semua (sengaja dibuat). Namun dengan tantangan tersebut, terbayar dengan view yang aduhai (terlebih waktunya pas musim kemarau).




BERHENTI DI POS 5
Mengingat waktu yang tidak memungkinkan untuk ke puncak dengan target sampai Madiun tidak lebih dari sholat Isya. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak lanjut setelah pos 5 dan memutuskan untuk balik kanan. Setelah pos 4 kami bertemu sobat ambyar bernama Mbak Dina, salah satu member Kelas Inspirasi Madiun yang pernah bareng dengan saya di pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang tahun lalu. 


Cukup sekian catatan pendakian saya dan istri di Gunung Lawu, semoga ada kesempatan kembali untuk mendaki bersama. Aamiin

05.08.2023

Post a Comment

© Blog ANANG. All rights reserved. Premium By Raushan Design